MEMAAFKAN

Gambar
‎Baru-baru ini terjadi hal buruk yang membuat saya sangat syok. Kejadian yang mungkin cukup umum bagi sebagian orang, tapi entah kenapa sangat mengguncang jiwa saya. Mungkin, karena saya punya trauma atau mungkin karena ada Lupus dia tubuh saya--yang jika ada hal tidak mengenakan terjadi dari luar, Lupus menggerakkan organ-organ di dalam untuk protes dan melakukan perlawanan. ‎ ‎Namun, setelah saya mengambil keputusan untuk memutus hubungan dengan pihak-pihak yang sudah menyakiti dan berpotensi akan menyakiti, perlahan kondisi membaik. Alhamdulillah hati saya sudah pulih, sudah tidak terasa terlalu sakit lagi. Masih ada, sih, kadang-kadang muncul sedih, marah, kecewa, kesal tapi cuma sekelebat dan sangat bisa diatasi. ‎ ‎Dari kejadian kemarin saya belajar satu hal tentang memaafkan. Beberapa orang menyarankan saya untuk memaafkan. Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Kalaulah memaafkan bisa dengan otomatis mengobati luka di hati saya dan sakit ditubuh saya, tentu ...

ANAK TK TIDAK BOLEH BELAJAR CALISTUNG, BENARKAH?

 

Permendikbud (Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) nomer 1 tahun 2021 menyatakan bahwa masuknya anak PAUD ke SD tidak boleh melalui tes Calistung. Hayooo ... Ayah Bunda sudah tahukah aturan ini?

Perkara calistung ini selalu menjadi dilema bagi semua pihak. Pasalnya, dalam surat edaran Direktorat Jendral Management Pendidikan Dasar dan Menengah no. 1839/C.C2/TU/2009 dikatakan bahwa Calistung tidak diperbolehkan masuk dalam kurikulum utama PAUD dan TK. Artinya, guru PAUD dan TK dilarang mengajarkan Calistung kepada muridnya. PAUD dan TK yang kedapatan mengajarkan Calistung secara driling (langsung) akan mendapatkan teguran bahkan sanksi dari pihak terkait. Sehingga beberapa sekolah memasukan materi Calistung dalam kegiatan pembelajaran lain dan tidak diajarkan secara langsung. Namun, tak jarang beberapa sekolah tetap mengajarkan Calistung secara driling dan harus kucing-kucingan dengan pengawas.

Di sisi lain, siswa kelas 1 SD dituntut untuk sudah bisa Calistung. Aturan tersebut memang tidak tertulis, akan tetapi kondisi masyarakat kita seolah-olah mewajibkan anak sudah pandai Calistung sebelum masuk SD. Orang tua sering kali merasa khawatir jika anaknya belum lancar Calistung ketika melihat program pembelajaran anak-anak mereka di kelas 1 SD. Ditambah lagi, tuntutan dari lingkungan (guru atau orang tua murid lain) yang sering kali mendiskreditkan beberapa anak yang belum pandai Calistung. sehingga kerap kali orang tua harus melakukan upaya tambahan untuk mengajarkan calistung, seperti menghadirkan guru les.

Calistung tidak pernah mendapatkan perhatian khusus baik di TK maupun SD. Di SD Calistung tidak dimasukkan ke dalam mata pelajaran. Tidak ada jam khusus yang memungkinkan anak-anak melatih kemampuan membaca, menulis dan berhitungnya. Program pembelajaran juga relatif sulit untuk anak-anak yang belum bisa calistung. Kondisi ini lah yang pada akhirnya membuat orang tua berpikiran bahwa sekolah TK yang bagus adalah yang berhasil mencetak lulusan yang pandai Calistung. Kemudian para orang tua berlomba-lomba mengajarkan anak Calistung sedini mungkin tanpa memperdulikan kondisi si anak terlebih dahulu serta melupakan efek jangka panjang.

Kenyatan ini cukup memprihatinkan sebab akhirnya sedikit sekali orang tua yang peduli pada aspek perkembangan dasar anak. Fokus mereka pada pengajaran calistung sedini mungkin, sering kali mengesampingkan perkembangan pada aspek sensori motorik, sosial emosi, dan kemandirian. Padahal, 3 aspek perkembangan dasar ini sebetulnya menjadi fondasi perkembangan anak di berbagai aspek nantinya.

Lantas, bagaimana seharusnya pengajaran Calistung pada anak?

Calistung adalah bagian dari literasi dan numerasi. Yang seharusnya diupayakan bukan hanya tentang bagaimana anak bisa membaca dan berhitung, tetapi untuk apa mereka diajarkan. Jadi, mengajarkan mereka dari dasar adalah kuncinya. Sebelum kita mengajarkan membaca, tentu, seharusnya kita mengajarkan mereka untuk tertarik atau mau membaca. Kita bisa membacakan buku cerita anak atau kegiatan lainnya yang bisa memupuk minat membaca anak-anak kita. Jika minat membaca anak sudah terbangun maka ketika mereka sudah bisa membaca, kemampuan membaca mereka akan dipergunakan sebagaimana mestinya.

Begitu juga dengan berhitung. Berhitung bukan hanya tentang angka, akan tetapi di dalamnya dibutuhkan penalaran, kerja keras, serta pemahaman mendalam mengenai penyelesaian masalah. Konsep dasar berhitung (besar-kecil, panjang-pendek, banyak-sedikit, dll) adalah kunci agar ketika anak sudah mampu berhitung, mereka juga bersedia menuntaskan soal-soal di hadapannya.

Sebelum memutuskan untuk mengajarkan Calistung kita harus paham benar kondisi anak: kita harus memastikan apakah anak sudah cukup siap untuk diberikan pengajaran ini? Apakah aspek-aspek dasar lainnya tidak terlupakan agar kelak tidak terjadi masalah-masalah yang tidak diinginkan? Serta, kita harus mau mendampingi anak-anak kita, sebanyak apapun waktu belajar calistung ini dibutuhkan. Artinya, kita tidak perlu terburu-buru dan memaksa anak secepat mungkin harus pandai calistung.

Belajar adalah proses yang harus dijalani anak-anak kita sepanjang hidupnya. Jadi, ajarkan anak-anak kita untuk menikmati proses belajar mereka.

Yang harus digaris bawahi yaitu, kita bukan hanya mengupayakan anak-anak kita bisa Calistung. Namun, bagaimana melalui membaca  dan berhitung itu anak-anak bisa mengembangkan kemampuan dirinya. Bagaimana dengan membaca dan berhitung itu otak dan nalar mereka bisa bekerja. Tentu, kita tidak menginginkan kemampuan calistung ini tidak digunakan pada saat dibutuhkan. Sebab, sangat mungkin bagi anak-anak yang hanya diajarkan calistung, merasa bosan. Kemudian, saat kemapuan itu dibutuhkan mereka memilih menyontek alih-alih membaca atau menghitung sendiri.

Akhirnya, bukan calistung yang berdampak buruk pada anak. Namun, bagaimana cara kita mengajarkannya. Tentu, kita boleh mengajarkan Calistung tanpa mengesampingkan perkembangan dasar anak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMAAFKAN

ALTRUISME MURNI YANG MENYAKITI

5 TIPS MEMBERIKAN PENDIDIKAN YANG TEPAT UNTUK ABK