Pendidikan adalah hak asasi yang dijamin oleh UUD 45 Negara Republik Indonesia. Semua orang berhak mendapatkan pendidikan, tidak terkecuali anak-anak berkebutuhan khusus.
Dewasa ini pendidikan bagi ABK semakin berkembang, selain di SLB, ABK boleh menempuh pendidikan di lembaga yang sama dengan anak-anak normal (sekolah inklusi). Artinya, kondisi anak tidak lagi menjadi hambatan untuk pendapatkan kualitas pendidikan yang sama dan orang tua dengan ABK memiliki pilihan yang luas dalam memilih sekolah. Namun, apakah benar demikian? Apakah menyatukan anak-anak berkebutuhan khusus dan anak-anak normal dalam satu ruang kelas adalah jalan keluar untuk pendidikan yang adil? Nyatanya, sebagai orang tua kita harus jeli. Menggabungkan ABK bersama anak-anak normal memang membawa kebaikan, akan tetapi banyak hal lain yang harus dipertimbangkan agar upaya pendidikan bagi anak-anak spesial kita tidak sia-sia.
Tips Memberikan Pendidikan yang Tepat untuk ABK:
1. Pahami kondisi anak dan harapan orang tua
Sebelum memutuskan sekolah bagi ABK, orang tua sebaiknya memahami kondisi anaknya terlebih dahulu. Bagaimana kondisi anak? Apa yang menjadi hambatan tumbuh kembang anak? Menemukan diagnosis pada akhirnya akan sangat membantu orang tua dalam menyusun langkah terbaik bagi masa depan anak. Jika orang tua sudah memahami kondisi anak, maka orang tua dapat menentukan harapan yang realistis bagi anak-anak spesialnya.
Sebagai contoh, jika orang tua mendapati anaknya mengalami terlambat bicara (speech delay) sebaiknya orang tua mencari tahu terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab lalu menanganinya dengan tepat. Jika kondisi terlambat bicara anak ringan dan tidak mengindikasikan kondisi medis lainnya, maka sangat masuk akal bagi orang tua menginginkan sekolah reguler bagi anaknya. Namun, jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka orang tua sebaiknya jujur dan membuat harapan yang sesuai dengan kondisi anak.
2. Kenali jenis sekolah bagi ABK
Sekolah reguler adalah sekolah yang pada awalnya hanya diperuntukan bagi anak-anak normal. Akan tetapi, aturan pemerintah saat ini yang mewajibkan seluruh sekolah menerima siswa bagaimanapun keadaannya akhirnya “memaksa” sekolah reguler memberikan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus. Secara sistem mungkin sekolah reguler belum siap untuk menyelenggarakan pendidikan bagi ABK karena terhabat berbagai fasilitas. Di sisi lain, kondisi ini menjadi jalan keluar bagi orang tua yang terbatas biaya untuk menyekolahkan anak-anak spesial mereka di sekolah inklusi. Sekolah reguler ini mencakup sekolah negri dan swasta yang menerima anak berkebutuhan khusus tanpa memberikan pelayanan/ program khusus. Artinya standar dan fasilitas pendidikan siswa ABK dan siswa normal sama.
Sekolah inklusi adalah sekolah yang menyelenggarakan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus dan siswa normal secara bersamaan. Namun, sekolah inklusi menyiapkan fasilitas khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus: dari mulai fasilitas belajar, pengajar, dan program pembelajaran yang nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu siswa. Sekolah inklusi menjadi pilihan yang tepat bagi orang tua yang mengharapkan anak-anak spesialnya terbiasa berdampingan dengan lingkungan normal tanpa mengesampingkan hambatan dan kebutuhan khusus yang dimilikinya. Namun, biaya pendidikan di sekolah inklusi cukup tinggi sehingga tidak semua orang tua mampu memilih sekolah ini.
Sekolah khusus atau sekolah luar biasa (SLB) adalah sekolah yang memang diperuntukkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Segala fasilitas dan program pembelajarannya telah disesuaikan dengan kondisi anak-anak berkebutuhan khusus secara umum. Sekolah khusus menjadi pilihan yang bijak bagi orang tua yang mengharapkan anak-anak spesialnya fokus mengoptimalkan kemampuan dasarnya. Pendidikan di sekolah khusus menajadi sangat realistis bagi anak-anak spesial kita karena tolak ukur perkembangannya adalah sesama ABK, tidak seperti di sekolah reguler atau ingklusi yang secara tidak langsung baik orang tua ataupun guru membandingkan dengan siswa normal.
3. Pilihlah sekolah sesuai dengan kondisi anak dan harapan orang tua
Setelah memahami kondisi anak, harapan orang tua, serta jenis-jenis sekolah bagi ABK, orang tua bisa menentukan pilihan sekolah bagi anak-anak spesialnya. Jujur adalah kunci agar orang tua dapat menentukan pilihan yang tepat. Sayang sekali jika orang tua salah menentukan sekolah, karena hal tersebut hanya akan membuang-buang waktu dan biaya saja.
Ada baiknya orang tua dengan tegas menanyakan jenis pelayanan yang diberikan sekolah (reguler atau inklusi) sebab tidak semua sekolah transparan menjelaskan kemampuan mereka dalam memberikan pelayanan kepada ABK. Sebaliknya, seringkali orang tua beranggapan bahwa jika sekolah mau menerima anaknya maka sekolah otomatis mampu memberikan pelayanan pendidikan yang baik bagi anaknya. Padahal kenyataannya belum tentu demikian. Menanyakan program sekolah juga menjadi hal yang wajib dilakukan orang tua untuk memahami sejauh mana sekolah serius menangani ABK.
4. Berperan aktif dalam pendidikan anak
Pada dasarnya pendidikan anak adalah tanggung jawab orang tua, begitu juga pada ABK. Ketika kita telah mememilihkan lembaga pendidikan untuk anak kita, buka berarti kita menyerahkan seluruh tanggung jawab pendidikan pada lembaga tersebut. Lembaga pendidikan adalah pihak lain yang kita pakai jasanya untuk ikut mendidik anak-anak kita. Jadi, jangan lupa memantau dan bekerja sama dengan sekolah, ya, agar harapan kita dalam mendidik anak dapat tercapai.
5. Sabar: gantungkan harapan kepada Tuhan.
Mendidik anak bukanlah sulap, apalagi mendidik anak –anak berkebutuhan khusus. Sabar adalah hal yang sangat dibutuhkan untuk mampu membersamai anak-anak spesial kita tumbuh dan berkembang. Serta menggantungkan harapan hanya kepada Tuhan adalah jalan keluar agar kita bisa bertahan untuk terus mengupayakan yang terbaik bagi anak-anak spesial kita. Sebab, seringkali beberapa ABK menunjukkan perkembangan yang sangat lambat dan tak jarang membuat orang tua berpikir ulang untuk mempertahankan pendidikan bagi ABK. Yakinlah, bahwa Tuhan telah menciptakan anak-anak kita dengan versi terbaiknnya. Segala kekurangan anak kita pastinya akan diikuti dengan kelebihannya juga. Kita bukan sedang menciptakan kelebihan anak kita. Namun sedang memancingnya keluar. Semua modal yang Tuhan berikan pada akhirnya akan muncul jika upaya kita telah maksimal.
Semangat selalu para orang tua hebat
Komentar
Posting Komentar