Postingan

MEMAAFKAN

Gambar
‎Baru-baru ini terjadi hal buruk yang membuat saya sangat syok. Kejadian yang mungkin cukup umum bagi sebagian orang, tapi entah kenapa sangat mengguncang jiwa saya. Mungkin, karena saya punya trauma atau mungkin karena ada Lupus dia tubuh saya--yang jika ada hal tidak mengenakan terjadi dari luar, Lupus menggerakkan organ-organ di dalam untuk protes dan melakukan perlawanan. ‎ ‎Namun, setelah saya mengambil keputusan untuk memutus hubungan dengan pihak-pihak yang sudah menyakiti dan berpotensi akan menyakiti, perlahan kondisi membaik. Alhamdulillah hati saya sudah pulih, sudah tidak terasa terlalu sakit lagi. Masih ada, sih, kadang-kadang muncul sedih, marah, kecewa, kesal tapi cuma sekelebat dan sangat bisa diatasi. ‎ ‎Dari kejadian kemarin saya belajar satu hal tentang memaafkan. Beberapa orang menyarankan saya untuk memaafkan. Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Kalaulah memaafkan bisa dengan otomatis mengobati luka di hati saya dan sakit ditubuh saya, tentu ...

5 TIPS MEMBERIKAN PENDIDIKAN YANG TEPAT UNTUK ABK

Pendidikan adalah hak asasi yang dijamin oleh UUD 45 Negara Republik Indonesia. Semua orang berhak mendapatkan pendidikan, tidak terkecuali anak-anak berkebutuhan khusus.  Dewasa ini pendidikan bagi ABK semakin berkembang, selain di SLB, ABK boleh menempuh pendidikan di lembaga yang sama dengan anak-anak normal (sekolah inklusi). Artinya, kondisi anak tidak lagi menjadi hambatan untuk pendapatkan kualitas pendidikan yang sama dan orang tua dengan ABK memiliki pilihan yang luas dalam memilih sekolah. Namun, apakah benar demikian? Apakah menyatukan anak-anak berkebutuhan khusus dan anak-anak normal dalam satu ruang kelas adalah jalan keluar untuk pendidikan yang adil? Nyatanya, sebagai orang tua kita harus jeli. Menggabungkan ABK bersama anak-anak normal memang membawa kebaikan, akan tetapi banyak hal lain yang harus dipertimbangkan agar upaya pendidikan bagi anak-anak spesial kita tidak sia-sia. Tips Memberikan Pendidikan yang Tepat untuk ABK:  1 . Pahami kondisi anak dan harap...

MASA LALU

Gambar
Ada rasa yang entah kapan lenyapnya. Dia selalu merongrong kala gelap datang. Menghujam jantung kala sepi menyerang.   Aku harus bagaimana? Kukura aku baik-baik saja. Namun, ternyata tubuhku penuh luka.   Waktu berganti, masa berlalu, tetapi tidak juga mengubah rasa. Suatu hari aku berjalan maju, jarakku sudah sangat jauh dari masa lalu. Mungkin aku terlalu percaya diri, rasa itu sempat seolah pergi. Tetapi, lagi-lagi itu hanya sebuah ilusi.   Memori buruk kembali menari-nari, menghancurkan kini yang mulai rapi. Sekejap aku kembali depresi, meratapi semua luka yang pernah kumiliki. Bolehkan aku menepi? Sejenak saja! Sesungguhnya aku ingin berlari. Namun, aku terlalu lelah. Emosi itu menyedot seluruh energi dan aku hanya ingin berbaring, mencicipi sedikit saja sensasi menghilang.   Tuhan ... katanya Engkau adil. Maukah Kau tunjukkan keadilan itu untukku? Tolong cabut seluruh rasa sakitku. Tak apa mereka berbahagia, aku juga mau seperti mereka.  Bandun...

ALTRUISME MURNI YANG MENYAKITI

Gambar
Aku terduduk lesu tepat di pukul empat sore. Aku menatap lekat jarum jam yang berdetak. Iramanya lebih lambat dari detak jantungku. Aku terpaku dalam hening sambil mengingat apa yang sudah kulalui hari ini. Ini adalah tahun ke dua aku bekerja lagi setelah lebih dari tujuh tahun aku fokus pada anak dan suami. Kadang terasa aneh dan setiap keanehan itu membawaku pada pelajaran-pelajaran baru. Bagaimanapun berdampingan dengan manusia lain adalah tantangan. Namun, kali ini rasanya sakit. Aku terluka. Bukan karena mereka, jelas ini karena diriku sendiri. Aku yang tidak bisa mengendalikan kepedulian yang buta. Katanya peduli itu tidak buruk, tapi kadarnya di dalam diriku berlebih. Iya, aku selalu lupa batasku ketika aku peduli. Tahun lalu, aku nekat menghadap atasanku hanya untuk meminta dilibatkan dalam penanganan anak. Katanya dia seperti punya bibit psikopat. Aku rela melampaui batasku karena aku peduli. Anak sekecil itu dengan masalah serupa yang sering aku lihat pada anak-anak di klinik...